Direktur CSIS: Pemberantasan Korupsi Wajib Dilakukan Presiden Indonesia Berikutnya

Ananda Eri Aruna
2 Min Read
Direktur Eksekutif Centre for Strategic and International Studies (CSIS)

Yose Rizal Damuri, Direktur Eksekutif Centre for Strategic and International Studies (CSIS), menjelaskan apa yang harus dilakukan presiden berikutnya untuk mengatasi kemiskinan di Indonesia. Memberantas korupsi adalah salah satu prioritas utama dalam mengurangi kemiskinan.

Ia berpendapat bahwa dengan menghapus korupsi, Indonesia dapat menjadi lebih kompetitif dan menarik investasi yang akan menciptakan lapangan kerja.

Korupsi meningkatkan biaya ekonomi, mengurangi daya saing perekonomian kita. Bagaimana perekonomian yang tidak memiliki daya saing dapat bersaing dengan ekonomi lain? Terutama dalam hal mengundang investasi yang pada akhirnya akan menciptakan lapangan kerja, kata Yose di Jakarta Rabu (8/11/2023).

Yose mengatakan bahwa ekonomi Indonesia saat ini menghadapi banyak tantangan, dan tingkat korupsi yang tinggi merupakan faktor tambahan.

Ini tentu harus diperbaiki agar kita dapat bersaing dengan lebih sehat dan efisien. Kita tidak boleh mengandalkan hanya kedekatan atau hubungan pribadi dalam kegiatan ekonomi atau bisnis,” tambahnya.

Yose menjelaskan bahwa mengatasi kemiskinan memerlukan perubahan struktural. Ia menekankan bahwa upaya penurunan kemiskinan melalui pemberian bantuan bersifat sementara.

Pengentasan kemiskinan absolut dapat dilakukan dengan memberikan uang atau bantuan agar orang-orang dapat meningkatkan pendapatan mereka. Namun, hal ini bersifat tidak berkelanjutan. Oleh karena itu, perubahan struktural diperlukan untuk mengatasi permasalahan kemiskinan, kesejahteraan, dan isu sosial ekonomi lainnya,” jelasnya.

Yose juga membahas tujuan penurunan kemiskinan yang ditetapkan oleh calon presiden Anies Baswedan. Dia menargetkan untuk menurunkan tingkat kemiskinan menjadi sekitar 4-5% pada tahun 2029 dan tingkat kemiskinan ekstrem mencapai sekitar 0% pada tahun 2026.

Yose menyatakan bahwa mencapai target tersebut mungkin akan menjadi tantangan besar dalam waktu dua hingga tiga tahun. Berbagai masalah tersebut sudah berakar dalam struktur ekonomi, dan perubahan struktural ekonomi tidak dapat dicapai dengan mudah dalam waktu singkat.

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *