Prabowo Memberikan Dukungan kepada Keluarga Korban Kecelakaan Pesawat Super Tucano TNI AU.

Taufiq Shamad Lubis
3 Min Read
Prabowo Subianto mengunjungi satu per satu kediaman para perwira TNI AU

MALANG  – Menteri Pertahanan RI,  Prabowo Subianto mengunjungi satu per satu kediaman para perwira TNI AU yang gugur dalam musibah jatuhnya dua pesawat EMB-314 Super Tucano milik TNI AU di komplek perumahan Pangkalan TNI AU Abdul Rachman Saleh, Malang pada hari Sabtu (18/11/2023).

Pesawat milik Skuadron Udara 21 Lanud Abdulrachman Saleh itu jatuh di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur ketika sedang melaksanakan misi Penerbangan Formasi Profisiensi (Proficiency Formation Flight) pada hari Kamis (16/11/2023).

Keempat perwira TNI AU yang gugur tersebut masing-masing adalah awak pesawat EMB-314 Super Tucano dengan nomor TT-3111  yakni Letkol Pnb Sandhra Gunawan dan Kolonel Adm Widiono serta awak pesawat bernomor TT-3103 yaitu Mayor Pnb Yuda A. Seta dan Kolonel Pnb Subhan.

Saat melayat dan bertemu dengan masing-masing keluarga awak pesawat yang gugur, baik anak, istri dan orang tua mereka, Prabowo menyampaikan rasa duka yang mendalam dan memberikan santunan.

Selain itu Menhan juga berjanji untuk membantu keluarga korban semaksimal mungkin.

“Kalau ada apa-apa silakan hubungi saya. Saya pasti akan bantu sebisanya,” janji Menhan Prabowo kepada para anggota keluarga.

“Ini anak-anak tanggung jawab saya. Mereka jadi anak asuh saya langsung,” sambungnya.

Ia pun memberikan nomor telepon yang bisa dihubungi setiap saat.

Saat melayat Menhan Prabowo didampingi Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal Fadjar Prasetyo beserta sejumlah pejabat teras Mabesau yang didampingi Danlanud Abdul Rachman Saleh beserta jajaran.

Dalam insiden jatuhnya pesawat Super Tucano di Pasuruan pada Kamis (16/11) lalu, 4 prajurit TNI AU yang dinyatakan gugur adalah Marsma TNI (Anumerta) Subhan; Marsma TNI (Anumerta) Widiono; Kolonel Pnb (Anumerta) Sandhra Gunawan; dan Letkol Pnb (Anumerta) Yuda A. Seta.

Keempatnya mengawaki 2 pesawat Super Tucano asal Skadron Udara 21 Lanud Abdulrachman Saleh Malang. Pesawat Super Tucano dengan tail number TT-3111 diawaki oleh Kolonel Pnb (Anumerta) Sandhra Gunawan sebagai pilot (frontseater) dan Marsma TNI (Anumerta) Widiono yang duduk di kursi belakang (backseater).

Sementara itu, Letkol Pnb (Anumerta) Yuda A. Seta bertindak sebagai pilot yang mengawaki pesawat Super Tucano TT-3103 dengan Marsma TNI (Anumerta) Subhan yang turut serta untuk terbang backseat.

Sebelum dinyatakan jatuh, kedua pesawat Super Tucano itu terlebih dahulu dilaporkan hilang kontak (lost contact) saat tengah melakukan latihan formasi rutin. 2 pesawat itu dipastikan berada dalam kondisi sangat baik dan laik terbang.

Sebagai bentuk penghargaan dari negara atas jasa-jasa dan pengabdian keempatnya, negara memberikan kenaikan pangkat luar biasa (KPLB), naik setingkat lebih tinggi.

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *