Butuh Upaya Kolaboratif untuk Dorong Industri Kecil dan Menengah Bisa Naik Kelas

Taufiq Shamad Lubis
3 Min Read
Yayasan Dharma Bhakti Astra menyelenggarakan program ‘IKM Closed Loop’.

JAKARTA Industri kecil dan menengah (IKM) masih menghadapi sejumlah tantangan untuk dapat meningkatkan kapasitasnya.

Dibutuhkan upaya kolaboratif oleh para pemangku kepentingan baik pemerintah maupun sektor swasta guna mendorong IKM agar mampu naik kelas.

Meski menjadi penyumbang produk domestik bruto (PDB) terbesar di Indonesia, pengembangan IKM masih menghadapi sejumlah tantangan.

Antara lain kompetensi manufaktur dan sistem manajemen kualitas IKM, akses pasar bagi IKM dengan para pelaku industri besar, dampak negatif akibat pandemi Covid-19 (sustainability business after crisis), serta kesempatan untuk mendapat dukungan pembiayaan dari bank pemerintah maupun swasta.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, bersama Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan PT Astra International Tbk melalui Yayasan Dharma Bhakti Astra menyelenggarakan program ‘IKM Closed Loop’ sejak 2022.

Direktur Industri Kecil dan Menengah Logam, Mesin, Elektronika, dan Alat Angkut Dini Hanggandari menyampaikan, pogram ini dimulai sejak 1 November 2022 di Gedung Kemenperin melalui event Exhibition, Link & Match 2022.

“Hingga saat ini, ‘IKM Closed Loop’ sudah banyak membuahkan hasil, seperti terbukanya peluang dan akses pasar, peningkatan akses bahan baku, sampai peningkatan kontribusi bagi tingkat komponen dalam negeri (TKDN),”

ujarnya di Jakarta, Rabu (22/11/2023).

Mengacu data Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tahun 2023, jumlah IKM bertumbuh hingga mencapai 4,4 juta unit usaha atau setara dengan 99,7 persen dari total unit usaha industri di Indonesia.

“Sektor IKM juga telah menyerap tenaga kerja hingga 12,39 juta orang atau 66,25% dari total tenaga kerja di sektor industri,”

tambahnya.

Wakil Ketua Umum Perindustrian Kadin Indonesia, Bobby Gafur Umar, mengatakan program ‘IKM Closed Loop’ bukan hanya meningkatkan kualitas, tetapi juga membantu peserta untuk mendapatkan dukungan pembiayaan.

Saat ini ada 32 IKM yang telah menandatangani MoU dan mendapat purchase order sebesar 105 miliar rupiah dengan para tier 1 di bawah naungan PT Astra International.

Ada 5 lembaga pembiayaan baik bank maupun non-bank diantaranya Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Mandiri, Bank Sinarmas, Astra Ventura, dan Surya Artha Nusantara Finance.

“Lembaga ini memberikan akad kredit kepada 10 IKM yang mendukung program ‘IKM Naik Kelas’,”

ujar Bobby.

Gerakan kemitraan inklusif untuk ‘IKM Naik Kelas’ ini akan berlanjut di tahun 2024 dan tidak sebatas pada program ‘IKM Closed Loop’, tetapi juga dengan mengelar IKM Innovation Award. Ajang penghargaan terhadap IKM yang melakukan inovasi terbaik ini terbuka bagi seluruh IKM di sektor alat angkut.

Sementara itu, Ketua Komite Tetap Industri Kecil dan Menengah Alat Angkut Kadin Indonesia, Rama Datau, mengatakan program kolaborasi ini merupakan upaya untuk membangun ekosistem IKM yang lebih inklusif.

“Kami yakin sektor IKM dapat terus berkembang, naik kelas, dan mampu memenuhi tuntutan quality, cost, delivery dari industri besar. Serta dengan terimplementasinya budaya inovasi pada IKM, maka IKM akan mampu untuk terus survive menjawab tantangan ke depan,”

tutupnya.

Dalam acara ini hadir juga Perwakilan Yayasan Dharma Bhakti Astra Rahmat Handoyo dan Setyo Budi Anang, Perwakilan IKM Binaan Kardiyono dan Rony Purwantoro, dan beberapa perwakilan lembaga pembiayaan lainnya.

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *