Media Center Indonesia Maju: Pemborosan Anggaran dan Politis

Wana Choi
2 Min Read
Media Center Indonesia Maju.

JAKARTA Analis kebijakan publik Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansah merespons soal dibentuknya media center Indonesia Maju yang disebut-sebut sebagai media miliki pemerintah.

Menurutnya dibentuknya media center tersebut tidak ada urgensi dan politis.

Adapun hal itu dikatakan Trubus karena pemerintahan dari Presiden Jokowi sendiri akan segera berakhir.

“Sebenarnya tidak ada urgensi untuk itu. Kalau dilihat dari sisi urgensi karena pemerintahan ini juga mau berakhir. Pendirian media center seperti itu terlalu politis,”

kata Trubus dihubungi Rabu (6/12/2023).

Ia juga menuturkan media center tersebut kemungkinan besar akan bersaing dengan lembaga yang sudah ada. Analis kebijakan publik itu khawatirkan nantinya malah ada persaingan yang tak sehat.

“Jadi kalau mendirikan seperti itu kesannya lebih politis dan ada persaingan yang tak sehat nantinya dengan lembaga yang sudah ada,”

sambungnya.

Selanjutnya kata Trubus pendirian media center tersebut memboroskan anggaran negara. Ia menilai jika bertujuan untuk tepis isu hoax, tupoksi tersebut sudah di Kominfo.

“Jadi kalau ada media center lagi malah jadi pemborosan anggaran. Sebetulnya itu adalah tupoksi dari kominfo tinggal memperkuat Kominfo saja kalau mau seperti itu,”

tegasnya.

Sebelumnya, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia menyebut, isu politik jelang Pemilu 2024 menyangkut pertumbuhan ekonomi nasional.

Hal itu disampaikannya saat meresmikan Media Center Indonesia Maju, di Jalan Diponegoro Nomor 15A, Menteng, Jakarta Pusat (4/12/2023).

Bahlil mengatakan, media center itu dibuat sebagai sarana pemerintah untuk mengklarifikasi berbagai masukan hingga informasi buruk jelang tahun politik Pemilu 2024.

“Karena ini tahun politik, penting rasanya kami dari pemerintah berpandangan untuk dilakukan percepatan memberi informasi ataupun klarifikasi terhadap berbagai masukan, kritikan ataupun plesetan data,”

kata Bahlil, dalam konferensi pers, Senin (4/12/2023).

Bahlil menjelaskan, Media Center Indonesia Maju juga dibuat guna memberi kesempatan bagi para jurnalis untuk mengonfirmasi berbagai isu yang berhubungan dengan pemerintah.

“Media Center ini kita bangun dalam rangka memberikan wadah kepada teman-teman (jurnalis) untuk meng-cross check karena ini kan sebenarnya banyak di tahun pemilu, pileg, pilpres, kadang-kadang ada berita yang butuh informasi, nah disini kita bisa berdialog,”

jelas Bahlil.

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *