Meninjau Kenaikan Harga Bahan Pangan: Langkah-langkah dari Badan Pangan Nasional

Jesse Kenzie Dana
2 Min Read
kenaikan harga pangan cabai dan beras. kamis, 29/02/2024

Jakarta, – Dilansir dari Publikrasi.com, Kamis, 28/2/2024, Badan Pangan Nasional menyebut ada sejumlah bahan pangan yang perlu diwaspadai terkait kenaikan harga pada jelang ramadan. Bahan pangan itu di antaranya, beras, cabai keriting, daging ayam, dan telur ayam.

Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Badan Pangan Nasional, Maino Dwi Hartono mengatakan untuk beras sendiri diwaspadai kenaikan harganya karena belum terjadinya panen raya. Seperti diketahui, panen raya disebut mengalami kemunduran pada Maret dan April 2024.

“Yang perlu kita waspadai pertama beras karena harga masih tinggi karena kondisinya belum panen,” kata dia ditemui di KPPU Jakarta, dikutip Kamis (28/2/2024).

Kedua, harga cabai keriting di sejumlah tempat sudah menginjak angka Rp 100.000 per kilogram (Kg). Sementara cabai rawit yang biasanya melonjak, menurutnya saat ini belum terjadi kenaikan yang signifikan.

“(Penyebab harga cabai keriting) yang pertama dari sisi produksinya karena sebagian sudah masuk panen akhir dan juga dipengaruhi dari iklim. Cuaca juga berpengaruh, tapi emang karena dari sisi produksi seluruh harga di petani sudah tinggi semua. Gorontalo yang murah masih Rp 40.000, Kepulauan Riau yang sudah Rp 100.000,” jelasnya.

Kemudian daging ayam dan telur ayam. Saat ini karena jagung terlalu mahal, banyak tidak membeli Day Old Chic (DOC) atau anak ayam umur 1 hari. Biaya produksi yang naik itulah menyebabkan harga di pasaran terkerek naik. Hal serupa juga terjadi pada harga telur ayam.

“Jagung mahal pakan jadi mahal, normalnya Rp 7.000 sampai Rp 8.000, sekarang Rp 9.000 sampai Rp 10.000. Artinya peternak sudah hitung kalau akan harganya sekian, tekor dia, makanya beberapa sudah nggak beternak lagi, kemudian jadi warung kita,” jelas dia.

“Telur apa lagi 70% peternak mandiri itu rata-rata bikin makanan sendiri, begitu jagung naik tinggi ya mereka pasti kelabakan. Normalnya Rp 5.000, kemarin sudah Rp 7.000,” ujar dia.

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *